Selamat Datang di Blog Resmi **Majlisarrahman.blogspot.com ** Majelis Dzikir Ratibul Al-Habib Abdullah Bin Alwi Al-Haddad wa Maulidun Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam (Dzikrullah wa Dzikrurrosul SAW) Jakarta - Indonesia. Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Kami**

 photo oji_zpsb336d6d8.gif
Selamat Datang di Blog Resmi **Majlisarrahman.blogspot.com ** TUNJUKKAN KEPERDULIAN DAN BAKTI KITA PADA PEMBENAHAN ISLAM DENGAN TURUT MENYUMBANGKAN HARTA KITA SEBAGAI SAKSI, BANTUAN KITA ADALAH CERMIN KADAR IMAN KITA, RASULULLAH SAW BERSABDA : SETIAP HARI TURUN DUA MALAIKAT MULIA KE BUMI DAN BERDOA, WAHAI ALLAH BERI ORANG YANG BERINFAQ KESEJAHTERAAN, DAN BERI ORANG YANG KIKIR KEHANCURAN ( shahih Bukhari ). Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Kami**

Senin, 07 Mei 2012

ARIFIN ILHAM

Dai yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi. Arifin Ilham sangat terkenal dengan tausiyah dzikirnya. Tapi siapa yang menyangka kalau seorang Arifin Ilham ini dulunya adalah seorang anak yang gemar bermain judi ?

Arifin Ilham yang lahir pada tanggal 8 Juni 1969 di Banjarmasin ini adalah anak kedua dari lima bersaudara yang semuanya perempuan. Arifin kecil ternyata memiliki sifat badung. Ia bersama teman-temanya suka bermain judi dengan taruhan kelereng.

Puncaknya ketika orang tua Arifin pergi melaksanakan ibadah haji. Arifin yang sedang bermain judi, tiba-tiba ditegur oleh teman berjudinya,“Fin, ayah lu naik haji, lu malah main judi!” Tiba-tiba ia dihantui perasaan bersalah yang luar biasa kepada kedua orang tuanya. Bayang-bayang kenakalannya selama ini mendadak muncul di hadapannya, membuat batinnya makin tersiksa.

"Hidayah tidak selalu datang dari seorang kiai atau ulama, tapi bisa juga dari mereka yang berlumur dosa,” ujarnya. "Selain Arifin mendapatkan hikmah, doa Abah dan Mamah di Mekkah ternyata dikabulkan oleh Allah. Selain untuk menunaikan ibadah haji, Arifin yakin Abah pasti memohon pada Allah agar anaknya yang nakal ini bisa mendapat petunjuk dan hidayah-Nya".

Saat itu juga nur Ilahi itu tiba-tiba datang menyinari seluruh kalbu Arifin. Sejak itu, Arifin berjanji pada diri sendiri untuk tidak berjudi dan melakukan tindakan yang tercela. Kalau selama ini Arifin hanya salat magrib dan itu pun tidak rutin, sejak itu Arifin bertekad untuk salat lima waktu.”

Ketika duduk di kelas 1 SMP, Arifin minta dimasukkan ke pesantren. Uniknya, ia menolak sekolah di pesantren yang muridnya harus memakai sarung. Oleh kedua orang tuanya, Arifin akhirnya dikirim ke Pesantren Darunnajah di Ulujami, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Saat itulah bibit keinginan Arifin untuk menjadi seorang penceramah mulai disemai. Arifin sangat bertekad ingin menjadi seorang dai handal yang bisa memberikan pencerahan kepada semua orang.

Metode zikir yang diterapkannya juga dilandasi oleh keinginan untuk mencintai Allah secara lebih total dan rasa keprihatinannya terhadap umat Islam saat ini. " Arifin prihatin melihat kenyataan umat Islam yang saat ini sedang terpuruk, dizalimi, difitnah, dan ditindas. Anehnya, umat Islam yang di Indonesia katanya mayoritas ini, ternyata tak berdaya sama sekali untuk melawannya. Ia sedih, para koruptor besar bebas dari hukuman, sementara orang yang belum tentu bersalah sudah menerima hukuman berat,” lanjutnya lagi.

Saat ia memperkenalkan zikir berjemaah itu di masjidnya sekitar tahun 1997, jumlah jemaahnya hanya dua-tiga orang saja. Tapi, ia terus berusaha meyakinkan para jemaahnya bahwa zikir berjemaah itu sangat besar faedahnya. Dalam sebuah hadis dikatakan, “Sesungguhnya kelompok yang berzikir kepada Allah memperoleh empat perkara. Yaitu, turunnya ketenteraman pada mereka, rahmat akan menaungi mereka, para malaikat akan mengelilingi mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan para makhluk yang ada di dekat-Nya.” (Dirangkum dari berbagai sumber)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar