Selamat Datang di Blog Resmi **Majlisarrahman.blogspot.com ** Majelis Dzikir Ratibul Al-Habib Abdullah Bin Alwi Al-Haddad wa Maulidun Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam (Dzikrullah wa Dzikrurrosul SAW) Jakarta - Indonesia. Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Kami**

 photo oji_zpsb336d6d8.gif
Selamat Datang di Blog Resmi **Majlisarrahman.blogspot.com ** TUNJUKKAN KEPERDULIAN DAN BAKTI KITA PADA PEMBENAHAN ISLAM DENGAN TURUT MENYUMBANGKAN HARTA KITA SEBAGAI SAKSI, BANTUAN KITA ADALAH CERMIN KADAR IMAN KITA, RASULULLAH SAW BERSABDA : SETIAP HARI TURUN DUA MALAIKAT MULIA KE BUMI DAN BERDOA, WAHAI ALLAH BERI ORANG YANG BERINFAQ KESEJAHTERAAN, DAN BERI ORANG YANG KIKIR KEHANCURAN ( shahih Bukhari ). Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Kami**

Jumat, 13 Juli 2012

Nasehat SAYYIDIL WALID (3)

habib-abdurrahman-assegaf
********************
Ruhnya dicabut segah
Dengan sengit dan marah
Dibawa malaikat
Disumpahi dilaknat

Baunya tak kepalang
Lebih dari binatang
Nasib dirinya malang
Celaka sudah terang

Nangis mohon kembali
Ke dunia untuk bakti
Junjung perintah Rabbi
Agama Islam Suci

Tetapi sungguh sayang
Ruhnya telah melayang
Malaikat yang pegang
Tak diizinkan pulang

Matinya sangat nyesal
Haus lapar tak bekal
Berlayar tak berkapal
Dalam siksaan kekal

Badan hangus terbakar
Dalam api berkobar
Menjerit tidak sabar
Sakit digigit ular

Siang malam menjerit
Keras setinggi langit
Ular kelabang gigit
Sangat panas dan sakit

Haus meminta minum
Lapar diberi zakkum
Nanah pelacur mesum
Minuman kafir dzolum

Susah hati dan bingung
Api tetap menggulung
Pukulan tak terhitung
Menjerit minta tulung

Malaikat berkata
Diam jangan berkata
Agama sudah nyata
Tapi kau tuli buta

Aku tidak bersalah
Hanya Allah perintah
Tapi engkau yang salah
Pada Allah membantah

Cukup bersenang-senang
Di dunia malam siang
Berlezat tak kepalang
Tidak dapat dilarang

Di dunia kau habiskan
Nikmat dan kelezatan
Kau terjak hukum Qur’an
Ikuti nafsu syetan

Kau makan enak-enak
Bertepuk sorak-sorak
Tertawa bahak-bahak
Nangislah banyak-banyak

Sekarang kau rasakan
Macam-macam siksaan
Tak dapat keringanan
Tak dapat pertolongan

Ini bagai balasan
Kau punya perbuatan
Serta akal pikiran
Tidak engkau gunakan

Telinga mata hati
Tangan dan dua kaki
Amanah Allah Rabbi
Tak kau gunakan bakti

Ilmu agama suci
Tidak kau pelajari
Hingga kau tak mengerti
Titah dan tegah Rabbi

Tak dapat kau bedakan
Mana kufur dan iman
Manakah keridha’an
Manakah murka Tuhan

Ini api jahannam
Penjara sangat kejam
Tempat engkau berdiam
Terima siksa kejam

Menyesal tak berarti
Tangis tak diperduli
Siksaan tiap hari
Tidak hidup tak mati

Dikutip dari Kitab BUNGA MELATI
Karangan :
Al-Allamah Al-Arif Billah Al-Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf

Pribadi Wanita Kuat di Tengah Bencana


Kondisi perempuan, khususnya kaum ibu dalam suatu bencana, baik yang terjadi karena faktor-faktor alam maupun bencana dalam pengertian konflik seringkali tidak menguntungkan dan sangat menyulitkan. Penderitaan yang harus dijalani mereka terjadi saat bencana maupun konflik massa itu berlangsung dan masa setelahnya, yakni masa recovery atau penanggulangan dan pemulihan. Bagaimana itu bisa terjadi?
Mari kita tengok sejenak peristiwa Tsunami di Aceh beberapa tahun lalu. Jurnal Perempuan menurunkan laporan bahwa hampir sebagian besar korban tewas perempuan tidak terpisahkan dengan korban anak-anak yang masih kecil atau dalam posisi masih mendekap anak-anaknya. Hal itu disebabkan karena mereka tidak bisa berlari cepat, meninggalkan rumah dengan cepat tanpa kepastian apakah anak-anaknya sudah selamat atau belum.
Para ibu, tak bisa menampik menjalankan perannya mengurus keluarga walau suami tak berpenghasilan atau meninggal karena tertelan bencana. Mereka perlu menguatkan mental dan memperkaya kreativitas agar tak mati langkah.
Ibu (tanpa menafikan peran kaum bapak) nyaris tidak bisa memikirkan bagaimana dia selamat, tetapi juga bagaimana dia pun harus menyelamatkan anak-anaknya. Inilah yang menjadikan beban mereka bertambah saat menyelamatkan diri karena mereka harus menggendong atau menggandeng anaknya.

            Situasi bencana akibat konflik sosial maupun politik seperti perseteruan antar kelompok adat, kelompok agama, perang dan yang lainnya juga berimbas sama, menimpa kaum ibu. Mereka harus menanggung derita yang berkepanjangan. Mulai dari intimidasi maupun teror, bahkan dijadikan sandera saat keluarga laki-lakinya terlibat pertikaian, dijadikan sebagai ’alat’ pemuas seks, mengalami perkosaan dan pelecehan seksual, serta sederet derita lainnya.

Maka, belum lagi hilang trauma akibat bencana, perempuan-perempuan di tengah bencana ibarat semakin dibenamkan bencana baru. Belum lagi lenyap bayangan gemuruh Tsunami, terjangan banjir, goyangan gempa, muntahan lava pijar dan abu vulkanik yang keluar dari gunung, atau kehilangan suami, kakak, adik, anak akibat diterkam senjata musuh di tengah huru-hara konflik, mereka juga terkena imbas tak menguntungkan saat bencana berlangsung.

Malangnya, derita kaum ibu ini tidak berhenti sampai di sana. Penderitaan nyatanya terus berlanjut ketika mereka harus tinggal di pengungsian. Barak pengungsian sedianya menjadi tempat menuju proses pemulihan dirinya. Paling tidak mereka bisa memastikan dirinya pulih dan sehat usai ditimpa bencana, membangun rumah yang hancur, menata kembali keluarga yang tercerai-berai, melanjutkan sisa umur yang tersisa dan menatap masa depan.

Derita kaum ibu di sini terkait dengan pemenuhan kebutuhan mereka yang banyak tidak terpenuhi. Padahal, menilik perannya di ruang domestik [kerumahtanggaan] atau karena alasan jenis kelamin, mereka semestinya difasilitasi secara khusus. Beberapa kebutuhan khusus tersebut, misalnya, ketersediaan pembalut perempuan, susu bayi, ketersediaan air bersih baik untuk memasak, minum dan yang lainnya, juga toilet atau tempat pemandian yang tidak aman karena keterbatasan tempat dimana mereka harus berbagi dengan kaum laki-laki.

Peran kerumahtanggan yang melekat pada kaum ibu pun mau tidak mau mengharuskan mereka menjalankan perannya, sekalipun di pengungsian. Mereka tetap mengurus anak, memasak, mencuci pakaian, mengurus orangtua yang berusia lanjut atau kerabat yang sakit, dan anggota keluarga yang memiliki ketidaksempurnaan fisik/mental. Pada kasus Merapi, misalnya, sebagian dari mereka malah banyak juga yang terlibat membantu mencari nafkah dengan mencari rumput dan mengayak serta mengangkut pasir.

Beberapa waktu lalu, media massa seringkali mewartakan pengungsi dilanda kebosanan akibat tidak adanya aktivitas yang bisa dilakukan. Para pengungsi tersebut biasanya kaum lelaki; bapak, anak lelaki, juga termasuk di dalamnya remaja perempuan, meskipun tingkatnya minim. Dus, jika melihat minimnya aktivitas yang dilakukan para pengungsi di barak-barak pengungsian tersebut semestinya peran kerumahtanggaan di pengungsian bukan lagi dimainkan kelompok ibu semata. Akan tetapi menjadi tanggungjawab semua pihak. Seluruh keluarga tanpa melihat jenis kelamin dan usianya, terlibat bahu-membahu, saling membantu satu dengan lainnya.

Beban Ganda & Perdagangan manusia (human trafficking)

Kehilangan harta benda akibat terjangan bencana adalah sisi lain derita yang tak bisa dielakkan. Kehidupan harus dimulai lagi dari nol karena tiada lagi yang bisa dijadikan sandaran hidup. Sementara di sisi lain, kehidupan di pengungsian tak menjamin kelangsungan hidup sehingga pada akhirnya para korban bencana pun terpaksa pergi keluar meninggalkan pengungsian untuk mengais rezeki.

Dalam kondisi ini, lagi-lagi, kaum ibu pun berpasrah diam di tempat pengungsian karena harus mengurus anak-anaknya. Masih untung jika harapan yang digantungkan pada pundak suami dapat terwujud. Masih untung jika suami-suami mereka mau kembali pulang dengan membawa pundi-pundi rezeki demi menyambung hidup. Tetapi, kenyataan di lapangan acapkali berkata lain. Para ibu dan perempuan lainnya yang ditinggalkan itu lama-kelamaan nyatanya juga memainkan peran pencari nafkah karena tulang punggung keluarga mereka tak kunjung datang.

Dalam hal ini, malangnya lagi ibu-ibu di pengungsian tidak memiliki kebebasan berpindah tempat untuk mencari pekerjaan setelah mengalami bencana, mengingat ketiadaan tempat tinggal bagi diri dan anak-anaknya. Para ibu korban bencana tidak mungkin mengadu peruntungan di tempat yang jauh, namun meninggalkan anak-anaknya di pengungsian. Maka cara yang dilakukan adalah mengambil peran suaminya sebagai tulang punggung keluarga dengan melakukan pekerjaan apa saja (serabutan, red) asalkan menghasilkan uang seraya tetap bisa kembali ke barak untuk mengurus anak-anaknya.

Di tengah persoalan baru tersebut, perempuan juga tidak terlepas dari persoalan kekerasan, pelecehan seksual dan rentan untuk mengalami perdagangan manusia. Kebuntuan akan harapan melanjutkan masa depan membuat banyak orang mengambil jalan pintas. Kedatangan para pelaku trafficking di tempat pengungsian seakan membawa mimpi manis dengan janji-janji palsu tawaran pekerjaan bergaji besar. Kenyataan sesungguhnya para korban bencana tersebut akan dikorbankan lagi untuk dipekerjaan secara tidak layak dan terhormat.

Di Merapi, sebagaimana diberitakan mediaindonesia.com bahwa Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP dan PA) menyatakan telah terdapat indikasi praktik perdagangan orang (trafficking) di dalam lingkungan pengungsian bencana letusan Gunung Merapi. Sebagai antisipasinya, KPP dan PA menghimbau pada pihak kepolisian agar menugaskan anggota polisi wanita (polwan) di kantong pengungsian dengan cara menyamar.

"Di daerah pengungsian wajib ada petugas hukum wanita. Di samping mencegah praktik trafficking anak yang terpisah dari orang tua, juga untuk menangkal kasus kekerasan dan eksploitasi pada anak dan perempuan di pengungsian," sebut Menteri PP dan PA, Linda Amalia Sari Gumelar, usai meresmikan Sekretariat Bersama (Sekber) Relawan Peduli Anak dan Perempuan Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Senin (15/11).

Pasca bencana, perempuan sesungguhnya harus mendapatkan perhatian serius pemerintah dan berbagai pihak lainnya yang dianggap bertanggung jawab terhadap hal itu. Karena masa ini mereka sangat rawan terhadap bentuk-bentuk eksploitasi baru oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab. Perempuan yang susah dan menderita sangat mudah ditipu untuk diperdagangkan. Mereka menjadi sasaran empuk para penjahat traffiking yang menyuplai ke berbagai penjuru Tanah Air maupun mancanegara.

Semangat dan Kreativitas

Derasnya derita yang datang akibat bencana memang bisa melumat apapun yang dimiliki para korban, bahkan sampai tak menyisakan apapun. Para korban bencana mau tak mau harus bergumul dengan situasi baru yang tak pasti dalam menyongong kehidupan. Inilah fase yang akhirnya membuat mereka patah semangat, hilang arah dan tujuan karena merasa keadaan semakin memiskinkan hidup mereka.

Ketidakmampuan menerima bencana dengan lapang dada serta bertahan melanjutkan kehidupan akibatnya menyeret mereka pada nestapa kepiluan yang menyesakan. Mereka frustasi, linglung, bahkan gila. Syahdan, sebuah bencana diturunkan Sang Ilahi semata-mata demi menguji rasa sabar dan ketangguhan kita sebagai mahluk hidup. Untuk itulah semangat harus tetap dinyalakan mengingat sesungguhnya Allah akan menyertai langkah mahluk-Nya yang tak berputus asa.

Untuk meneguhkan jalan ke sana, kita pun harus semakin kreatif menggali potensi diri. Sebab kreativitas dibutuhkan untuk memecah kebuntuan harapan hidup akibat mandegnya ekonomi keluarga. Dan tanggungjawab ini, tentu saja, bukan hanya milik para korban bencana. Dalam skala besar pengambil kebijakan, tentunya ada pemerintah yang bisa memfasilitasi dengan terobosan program pemberdayaan, selain juga menjadi PR seluruh pihak. [Berbagai sumber]

Tampil Cantik dan Sikap Tabarruj

Seorang penceramah terkenal di seantero negeri ini, dalam banyak kesempatan, berkali-kali sering berujar, “Bagaimana suami bisa betah di rumah, kalau setiap kali suami pulang, istri masih bau, pakai daster sekenanya, rambut aut-autan?”  Sontak ujaran tersebut disambut riuh rendah suara jamaah yang hadir. Penulis sendiri sesaat tersadar mengapa banyak perempuan-perempuan yang sudah bersuami bertindak serupa?

Celotehan semacam itu kenyataannya memang sering menjadi kalimat ampuh dalam menilai istri-istri yang sudah bersuami. Tetapi, yang agak sedikit mengejutkan bahwa pernyataan seperti itu keluar juga dari ustadz yang selama ini dinilai lurus pemberitaan pribadinya. Kondisi para istri yang disinggung sang ustadz rupanya cukup menjadi perhatian serius, sampai-sampai sang ustadz menekankan bahwa penting bagi setiap istri untuk tampil cantik secara maksimal. “Saya tidak habis pikir pada suami yang tidak membolehkan istrinya dandan, pergi ke salon, menicure-pedicure, creambath dan sebagainya. Padahal sepanjang untuk kepentingan keharmonisan rumahtangga dan tidak diumbar, bukankah itu sangat baik? Nggak senang bapak-bapak lihat istri cantik?” ujarnya seraya tersenyum.
Sikap berlebihan, apa pun bentuknya, tidak diperkenankan. Namun memaksimalkan diri menjadi cantik bagi seorang perempuan adalah sebuah kepatutan yang wajar.
Cara demikian, lanjut sang ustadz, bukan saja sebagai bentuk apresiasi atas hubungan suami-istri, tetapi juga upaya bagaimana mengikat hati pasangan agar tak mudah melirik perempuan lain, di samping kepercayaan diri si istri pun akan bangkit kembali seiring usianya yang bertambah.

Syukur Nikmat

Luhur budi, pintar merawat rumah, anak, dan suami, adalah hal jamak yang disorot setiap perempuan berumahtangga. Akan tetapi, dalam urusan penampilan, tak semua peduli dalam hal ini. Pasalnya mengurus rumahtangga dan keluarga sendiri pun sudah sangat menyita waktu, tenaga dan pikiran sehingga meluangkan sejenak untuk kepentingan diri sendiri menjadi hal yang sulit.

Yang demikian memang tidak bisa ditampik sebab tugas kerumahtanggaan merupakan pekerjaan yang berlangsung sepanjang waktu. Sejak dari bangun pagi sampai kembali memejamkan mata, para istri tanpa henti didera kesibukan yang tak kunjung selesai. Maka dengan mampunya mereka menjalani peran sebagai ibu rumahtanga haruslah diapresiasi sama baiknya seperti suami yang bekerja di luar rumah.
Meski begitu, sangat elok bila istri pun mampu menyediakan waktu khusus bagi dirinya baik untuk memanjakan diri atau hanya sekadar refreshing. Di saat-saat seperti inilah, sebaiknya, seorang istri merawat wajah, badan serta anggota tubuh lainnya yang memang perlu perawatan khusus mengingat usia yang bertambah sudah pasti akan menggerogoti kecantikannya. Jangan sampai di saat usia sudah benar-benar tua, barulah keinginan merawat tubuh muncul alih-alih menjadi sia-sia.

Mengurus diri untuk tampil cantik pada hakikatnya adalah bentuk apresiasi syukur nikmat. Allah telah menganugerahi fisik yang sempurna kepada manusia sehingga sangat wajar bila harus dirawat, mulai dari ujung rambut sampai dengan ujung kaki. Selain cantik, tubuh pun dijamin bersih dan jauh dari penyakit. Dalam sebuah hadits disebutkan, "..Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan… " (HR. Muslim)

Tabarruj

Kekhawatiran yang kerapkali muncul saat menyoal muslimah tampil cantik adalah sikap tabarruj. Secara istilah, tabarruj adalah memperlihatkan dengan sengaja apa yang seharusnya disembunyikan. Kemudian dalam perkembangannya, tabarruj diartikan sebagai keluarnya perempuan dari kesopanan, menampakkan bagian-bagian tubuh yang vital yang mengakibatkan fitnah atau dengan sengaja memperlihatkan perhiasan-perhiasan yang dipakainya untuk umum.

Dus, untuk tampil cantik seakan-akan menjadi hal yang sulit mengingat begitu banyak muslimah yang juga khawatir akan tenggelam dalam sikap tabarruj. Misalnya saja saat mereka memakai lipstik. Secara hukum, tak ada yang salah dengannya bila ingin digunakan kaum muslimah. Sebab kedudukannya sama seperti alat-alat lainnya seperti televisi, radio dan lainnya. Namun yang dikhawatirkan adalah ‘imbas’ dari penampilan yang menarik karena lipstick, acapkali membuat kaum muslimah bersikap tabarruj. Ingin menampilkan pesona kecantikan dirinya yang selama ini tak terlihat di muka publik secara berlebihan seraya berharap mendapat pujian sedemikian rupa. Padahal tentu saja niat awal dari berpenampilan demikian adalah untuk suami dan keluarganya.

Batasan ini tidak ada yang bisa menjamin sebab semuanya terpulang pada pribadi masing-masing muslimah. Namun jika niat mengawali tampil cantik adalah untuk beribadah, seyogyanya dibarengi dengan sikap yang sejalan, bukan justru menabrak pakem atau batasan yang sudah berlaku.

Support Suami

Peran suami dalam hal menonjolkan penampilan istrinya sangat diperlukan. Sebab niat tampil cantik pun hakikatnya untuk membahagiakan suami. Suami yang merasa bahagia niscaya  tak akan pelit melimpahkan kasih sayang dan perhatiannya kepada istrinya. Karena itu, sudah sepatutnya suami mendorong istrinya untuk tampil cantik. Tentu tak hanya di waktu-waktu khusus seperti saat pergi ke walimah ‘urs atau undangan lainnya. Justru di rumah atau momen-momen saat suami dan istri berduaanlah istri semestinya berpenampilan menarik.

Namun bila istri benar-benar berada dalam situasi yang tidak siap dan malas berdandan, selain memotivasinya, segera introspeksi bahwa bisa jadi kondisi ini sebenarnya disebabkan oleh ‘ulah’ suaminya juga. Hal ini pernah dialami oleh seorang sahabat perempuan di masa Rasulullah: Ummu Darda. Kala itu, suaminya, Abu Darda, tidak peduli kepada istrinya hingga sang istripun tidak merasa harus merawat tubuh dan menjaga penampilan.

“Dari 'Aun bin Abu Juhaifah dari ayahnya berkata; Nabi saw mempersaudarakan Salman dan Abu Darda'. Suatu hari, Salman mengunjungi Abu Darda', lalu ia melihat Ummu Darda' dengan baju yang kumuh, dan ia berkata kepadanya: "Ada apa denganmu?" Dia menjawab: "Saudaramu, Abu Darda', dia tidak memperhatikan kebutuhan dunia". Kemudian Abu Darda' datang, lalu ia membuat makanan untuk Salman. Salman berkata kepada Abu Darda': "Makanlah!". Abu Darda' menjawab: "Aku sedang berpuasa". Salman berkata: "Aku tidak akan makan hingga engkau makan". Dia berkata: "Lalu Abu Darda' ikut makan". Pada malam hari Abu Darda' bangun, lalu Salman berkata: "Teruskanlah tidur". Maka ia pun tidur lalu bangun lagi, lalu Salman berkata: "Teruskanlah tidur". Maka iapun tidur lagi. Pada akhir malam, Salman berkata: "Sekarang bangunlah". Kemudian mereka berdua shalat malam". Lalu Salman berkata kepada Abu Darda': "Sesungguhnya Rabb-mu mempunyai hak atasmu, dan jiwamu mempunyai hak atasmu, dan istrimu mempunyai hak atasmu, maka berilah setiap hak kepada orang yang berhak". Kemudian Abu Darda' menemui Nabi saw lalu ia menceritakan hal itu. Maka beliau bersabda: "Salman benar". [HR. Bukhari]

Memotivasi istri untuk tampil cantik harus diiringi dengan memberi waktu khusus kepadanya dan juga sesekali memberi anggaran yang sepantasnya menurut kadar kemampuan suami. Sang istri pun sepatutnya mengapresiasi keinginan dan jerih payah suaminya tersebut.

Kesempatan untuk perawatan bagi seorang ibu rumahtangga harus dipahami pula cukup menyita waktu. Sehingga bila suami tidak turun tangan meringankan pekerjaannya, akan sangat sulit baginya untuk mewujudkan keinginannya tersebut. Dan cara seperti ini sungguh ditunjukkan oleh Rasulullah kala membantu Aisyah. Dari Al-Aswad berkata, "Aku pernah bertanya kepada Aisyah tentang apa yang dikerjakan Nabi saw ketika berada di rumah. 'Aisyah pun menjawab, "Beliau selalu membantu keluarganya, jika datang waktu shalat maka beliau keluar untuk melaksanakannya." [HR Bukhari]

Salon muslimah kini marak bertebaran. Jika memiliki waktu luang, suami bisa menyisihkan uangnya untuk kebutuhan kosmetik istri, mengantarkannya ke salon perawatan tubuh dan wajah. Atau jika tidak, di rumah pun, bersama pasangan, Anda bisa saling memanjakan tubuh dengan sejumlah peralatan yang ada. Maka rayakanlah menjadi cantik demi kemaslahatan berumahtangga.  [Berbagai sumber]

Mencegah Kanker Kulit Dengan Menutup Aurot

Oleh: dr. Aniek Rachmawati

Kulit tubuh kita memiliki fungsi yang begitu berharga. Di antara fungsinya ialah melindungi tubuh dari panas, sinar, infeksi, dan injuri. Kulit juga berfungsi untuk menyimpan air, lemak, dan vitamin D (Sumber: National Cancer Institute PDQ Statement). Lalu, bagaimana jika kulit kita yang multi fungsi itu terserang kanker? (yang lazim disebut dengan kanker kulit). Kanker kulit adalah salah satu bentuk penyakit kulit berupa sel kanker yang tumbuh pada lapisan luar dari kulit.

Apa penyebabnya?

Di antara faktor yang menjadi pemicu munculnya kanker kulit ini ialah sinar matahari dan ultraviolet. Kedua sinar ini bersifat merusak. Dan kerusakan itulah yang bisa berlanjut menjadi kanker. Selain itu, faktor lain seperti hereditas/genetik dan lingkungan tempat tinggal juga ikut berpengaruh terhadap munculnya penyakit yang lumayan berbahaya ini.
Dua hal yang mempengaruhi kerusakan kulit akibat sinar matahari ini ialah terlalu banyaknya jumlah sinar yang diterima kulit selama bertahun-tahun, dan seringnya expose dengan sinar matahari. Hal itu bisa menyebabkan terbakarnya kulit sehingga terjadilah kanker kulit. Umumnya manusia menerima 80% paparan terhadap sinar matahari pada usia 18 tahun kehidupan. Karena itu dianjurkan untuk memproteksi anak-anak dari sinar matahari sejak usia dini.
Kanker kulit berkembang sangat lambat. Efek terbakarnya kulit oleh sinar matahari yang kita terima minggu ini membutuhkan waktu selama 20 tahun untuk menjadi kanker kulit.

Faktor Hereditas

Faktor keturunan (hereditas) juga berpengaruh terhadap munculnya kanker kulit ini. Riwayat kanker kulit bawaan dari keluarga dapat meningkatkan kemungkinan makin tingginya risiko terkena kanker kulit. Orang berkulit terang dengan keturunan bagian utara Eropa mempunyai faktor risiko lebih besar.

Bahaya Sinar Ultraviolet

Level sinar ultraviolet saat ini lebih tinggi dari 50 atau 100 tahun yang lalu. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya lapisan ozon dari atmosfer bumi. Ozon berfungsi sebagai filter untuk menyaring sejumlah sinar ultraviolet yang masuk ke permukaan bumi. Dengan makin tipisnya ozon pada atmosfer maka makin tinggi pula tingkat sinar ultraviolet yang masuk ke permukaan bumi. Satu faktor yang dapat mengurangi intensitas sinar ultraviolet yang sampai ke bumi ialah awan di langit.

Bagaimana cara mengurangi risiko kanker kulit?

Ada beberapa langkah yang telah direkomendasikan oleh American Academy of Dermatology dan Skin Cancer Foundation untuk mengurangi resiko kanker kulit, berikut uraiannya:
1. Minimalkan expose dengan sinar matahari pada tengah hari, antara jam 10.00 (pagi) hingga jam 03.00 (sore).
2. Pakailah sunscreen dengan sedikitnya SPF-15 atau lebih tinggi ke seluruh bagian tubuh yang ter-expose sinar matahari.
3. Oleskan lagi sunscreen setiap 2 jam, bahkan saat cuaca mendung sekalipun. Ulangi setelah berenang atau berkeringat.
4. Pakailah pakaian yang menutupi tubuh dan wajah (topi juga dianjurkan sebagai pelengkap untuk menutup dua bagian sekaligus, yaitu wajah dan leher).
5. Hindari expose dengan radiasi ultraviolet pada lampu.
6. Lindungi anak-anak dari paparan sinar matahari yang sangat menyengat pada jam 10.00 (pagi) hingga jam 03.00 (sore).
7. Gunakan sunscreen hanya untuk anak usia 6 bulan ke atas. Anak-anak usia 6 bulan ke bawah harus dihindarkan dari paparan sinar pada jam-jam ini.

Menutup Aurot, Sebuah Solusi
Dari fakta ilmiah yang ditulis oleh ilmuwan yang notabene orang barat itu, secara jelas dan nyata dapat disimpulkan bahwa menutup aurat secara syar’i benar-benar telah melindungi kaum muslimin (terutama muslimat) dari bahaya khususnya kanker kulit. Hal yang sangat mereka (orang kafir) tentang habis-habisan justru ternyata mereka buktikan sendiri sebagian manfaatnya bagi manusia. Bahkan, mereka sendiri yang membuat rekomendasi untuk menutup tubuh untuk melindunginya dari bahaya paparan sinar matahari. Makin hari lapisan ozon makin bertambah tipis, dan risiko terserang kanker kulit makin bertambah tinggi.

Selasa, 05 Juni 2012

Nasehat SAYYIDIL WALID (2)

sayyidil-walid

***

Siapapun tertipu, oleh dunia dan nafsu

Tak beriman berilmu, lacurlah sudah tentu

*

Akhir matinya sesat, dosanya sangat berat

Allah dan Malaikat, sangat murka melaknat

*

Ruhnya waktu dicabut, sebagai benang kusut

Susah payah merengut, baru menyesal takut

*

Pintu siksa terbuka, tempat orang durhaka

Sombong bersuka-suka, lepas nafsu merdeka

*

Malaikat penyiksa, siap untuk menyiksa

Dengan gagah perkasa, tiap detik dan masa

*

Pun Neraka Jahannam, berkobar siang malam

Menunggu dan mengancam, siksaan sangat kejam

*

Saat itu melihat, nasib dirinya sesat

Buah yang diperbuat, balasan amal jahat

*

Rantai palu yang besar, menyala dan berkobar

Kelabang serta ular, sangat dahsyat dan besar

*

Berkata Malaikat, engkau ahli maksiat

Tak ibadah tak taat, engkau lupa akhirat

*

Aku diutus Tuhan, untuk beri siksaan

Pada orang melawan, bantah perintah Tuhan

*

Allah Yang Maha Suci, tidak engkau syukuri

Islam agama murni, tidak engkau hormati

*

Lama hidup di dunia, sehat afiat jaya

Mewah bersuka ria, asyik berfoya-foya

*

Engkau sudahlah terang, bukan hewan binatang

Tak sujud tak sembahyang, kau kerja yang dilarang

*

Arak minuman keras, dipandang baik pantas

Bercampur kua bebas, tak malu sungguh puas

*

Aurat anggota badan, rela jadi tontonan

Sengaja kau bukakan, terlihat sepanjang jalan

*

Lupakan hari nanti, yang engkau sudah pasti

Akan jumpai mati, hari janji terbukti

***

Dikutip dari Kitab BUNGA MELATI
Karangan :
Al-Allamah Al-Arif Billah Al-Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf

Nasehat SAYYIDIL WALID (1)

Al-Allamah Al-Arif Billah Al-Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf
–*–*–*–*–*–*–*–*–*–*–*–*–*–*–*–
Allah Yang Maha Esa
Allah Maha Kuasa
Hamba yang banyak dosa
Tiap hari dan masa

Hamba yang sangat hina
Dari air yang hina
Hidup di dunia fana
Tempat bala bencana

Tiada daya upaya
Untuk taat setia
Tak berdaya upaya
Untuk tinggalkan dosa

Allah Maha Penyayang
Merintah dan melarang
Jalan selamat terang
Bagi setiap orang

Hamba yang tidak awas
Hidup di dunia luas
Dunia sedang berhias
Iman banyak terampas

Beri taufik hidayah
Untuk junjung perintah
Beri ilmu ma’rifah
Yakin dan istiqomah

Tetapkan Islam Iman
Tunjukkan kebenaran
Berilah perlindungan
Dari nafsu dan syetan

Agar hamba yang lemah
Jadi ahli ibadah
Ahlul khoiri wassholah
Mati khusnul khotimah

Demikianpun pula
Ahli sanak saudara
Dapat terpelihara
Aman dan sejahtera

Ibadah serta taat
Bakti setiap saat
Berpegang dengan kuat
Agama hingga wafat

Tenang tidak tergoda
Oleh harta dan benda
Tetap iman di dada
Dimasa tua muda

Tidak tertipu dunia
Yang indah lezat jaya
Sungguhlah berbahaya
Bagi miskin dan kaya

Dikutip dari Kitab BUNGA MELATI
Karangan :
Al-Allamah Al-Arif Billah Al-Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf

NI’MAT SYURGA


annur
Allah Rabbul izzati telah berjanji pasti
Siapa taat bakti masuk Syurga jannati
Siapa di alam dunia iman taat setia
Pada Allah Yang Mulia hidup aman bahagia
Malaikat pun turut bergembira menyambut
Hormat berlemah lembut bahagia jangan takut
Syurga dibukakannya elok sangat indahnya
Sedap pemandangannya sukar disifatkannya
Gedung yang permai indah bunga harum dan buah
Sangat lezat dan rendah kehendak tak yang segah
Hawa Syurga pun teduh nyanyi-nyanyi yang merdu
Air sungainya madu susu arak wal hamdu
Pelayan Syurga wildan bawa nampan santapan
Seperti lu’lu’ marjan bersinar bagai bulan
Kelambu kasur tebal seprai guling dan bantal
Bidadari yang jamal manis nikmat yang kekal
Hidup tidak binasa muda sepanjang masa
Mewah aman sentausa nikmat Tuhan Yang Esa
Sehat setiap menit tak menderita sakit
Hati dada tak sempit hiburan tak sedikit
Macam-macam hiburan bunyian dan nyanyian
Ajaib keanehan mengharukan pikiran
Ruhaaniyyu narrohman ahli qira’at Qur’an
Menghibur ahlal jinan dengan membaca Qur’an
Burung aneka warna bersiul belum pernah
Didengar bersubhana syukur pada Rabbana
Demikian pun juga banyak tidak terhingga
Penyanyi dalam Syurga merdu tidak terduga
Macam-macam hiasan pakaian mas berlian
Beludru sutra intan harum wangi-wangian
Tiap hari berganti nikmat dalam jannati
Apapun diingini pastilah didapati
Wajah bertambah cantik keringat jadi misik
Taman kebun nan asyik harum mudah dipetik
Tidak dengki mendengki tak hasut menyakiti
Suci tak iri hati baik budi pekerti
Jika berjumpa ikhwan gembira jabat tangan
Sama syukuri Tuhan hidup di dunia iman
Seakan-akan baru berjumpa bertetemu
Di kursi meja biru pakaian sutra beludru
Nikmat tidak terbilang tak sifat tak terbayang
Dalam hati seorang nikmat Allah Penyayang
Seluruh disiapkan untuk yang taat iman
Merangi dan melawan hawa nafsu dan syetan
Marilah putra-putri Allah kita syukuri
Agama junjung tinggi di pelayaran negri
Utama yang bernama Rukun Islam yang lima
Itu tiang agama bahagialah utama
Sembahyang tiap hari fardhu Allah Al-Bari
Tunaikan tiap hari jangan lalai tak khiri
Puasa Bulan Ramadhan bagai latihan Tuhan
Bagi orang beriman melawan nafsu syetan
Haus lapar dan letih disambut jiwa bersih
Ridho terima kasih pada Allah Pengasih
****************************
Dikutip dari Kitab BUNGA MELATI
Karangan :
Al-Allamah Al-Arif Billah Al-Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf

Keelokan Sifatnya Nabi SAW

Ukiran Nama Nabi SAW
-
Allah sempurnakan Kanjeng Nabi, tubuh dan ilmu serta perangai
Tak ada tubuh ilmu perangai, terlebih sempurna dari Nabi
Tubuh Nabi terbaik dengarlah, putih dan bersih bercampur merah
Wajahnya cantik tingginya sedang, mulutnya manis dipandang orang
Giginya rata putih bersinar, bagai mutiara sungguhlah benar
Lidahnya fasih terang dan nyata, kata-katanya bagai permata
Bibirnya kecil merah warnanya, hidungnya mancung jeli matanya
Matanya terang sungguh umpama, memakai sifat selama-lama
Alisnya kerang jika disifat, umpama bulan pertama tepat
Jidatnya bercahaya-cahaya luas, sebagai bulan malam empat belas
Jenggotnya tebal hitam rupanya, tubuhnya sangat harum baunya
Dan keringatnya sebagai intan, bening bersinar harum yakinkan
Harum sebagai minyak kasturi, dicium orang beberapa hari
Jika dilihat pertama kali, terasa seram haibah sekali
Tapi jika terus diikuti, terasa cinta di dalam hati
Tangannya lemas dikata orang, sebagai bunga jika dipegang
Jika memegang tubuh seorang, tercium harum bukan kepalang
Sehingga dapat diketahui, orang tersebut disentuh Nabi
Rambutnya ikal bukan keriting, kata-katanya wahyu dan penting
Cahayanya Nabi terang sekali, pun terlebih dari matahari
Maka tidak terlihat bayangan, di cahaya matahari dan bulan
Hati Nabi pun sepanjang umur, tak ngantuk meskipun mata tidur
Dan pula Nabi tak pernah mimpi, dan tak menguap sama sekali
Dan tubuh Nabi tak dihinggapi, nyamuk lalat karena harum suci
Antara dua pundaknya Nabi, cap kenabian terang sekali
Jika berjalan enteng badannya, duduk di majlis tinggi pundaknya
Dan sangat halus sebagai kapas, jalan di pasir tidak berbekas
Tetapi jika jalan di batu, terlihat bekas sudahlah tentu
Sungguhlah sukar bahkan pun lemah, mengenal hakikat Nabi Ar-Rahmah
Dan sungguh Nabi jika dipandang, umpama matahari yang terang
Maka dari jauh sungguh nyata, tampaknya kecil dipandang mata
Dan dari dekat lemahlah mata, tak dapat kenal apa kau kata
Allah jadikan Nabi terlepas, dari apapun yang kurang pantas
Seakan-akan Nabi yang suci, dijadikan sekehendak Nabi
Ilmunya Nabi luas sekali, tiada seorang yang mengatasi
Karena diberi ilmu awwalin, demikian pun ilmu akhirin
Sungguh Nabi itu manusia, tapi tak seperti manusia
Sebagai berlian itu batu, tetapi tidak seperti batu
-
Dikutip dari Kitab BUNGA MELATI
Karangan :
Al-Allamah Al-Arif Billah Al-Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf

Kesempurnaan Budi Pekerti Nabi SAW

Nurul Musthofa
-
Adalah Nabi sangat pemalu
Sebagai gadis zaman dahulu
Pula sangat merendahkan diri
Pada sesama makhluknya Rabbi
-
Menjahit sandal tambal bajunya
Bantu kerjaan rumah tangganya
Menimba air memeras kambing
Pergi mencari kayu yang kering

Jika berjalan jauh dan dekat
Adalah di belakang Sahabat
Nabi bersabda pada Sahabat
Punggungku untuk malaikat
-
Menerima undangan seorang
Miskin dan kaya tidak dipandang
Demikian pun terima udzur
Dengan hati yang suci dan jujur
-
Orang terpangkat dimuliakannya
Fakir dan miskin dicintainya
Jika berjumpa Nabi selalu
Memberi salam lebih dahulu
-
Duduk berjalan bersama fakir
Miskin dan hamba tidak diusir
Menengok fakir miskin yang sakit
Tak dihinakan barang sedikit
-
Mengantar jenazah orang fakir
Hingga ke kubur sambil berdzikir
Dan adalah Nabi sangat rahim
Kasih dan sayang kepada yatim
-
Demikian pun kepada ummat
Ditunjukkannya jalan selamat
Agar supaya hidup dan mati
Mulia bahagia Ahlul Jannati
-
Bila dipanggil menyahut Labbaik
Dengan suara halus dan baik
Jika bergurau niscaya benar
Sedap di hati asyik didengar
-
Tanggannya murah tidak menggenggam
Dadanya luas tidak mengancam
Sabar di dalam susah dan payah
Memberi maaf orang bersalah
-
Kepada Tuhan banyak bersyukur
Di tengah malam banyak tafakkur
Banyak sembahyang syukur setia
Hingga bengkak kakinya yang mulia
-
Di dalam dunia sangat zuhudnya
Tak sedikit pun cenderung hatinya
Mengikat batu pada perutnya
Karena menahan sangat laparnya
-
Sebagai contoh untuk umatnya
Agar sabar di masa sukarnya
Bukan tak mampu tapi tak sudi
Gunung jadi emas untuk Nabi
-
Bagaimanakah lezatnya dunia
Mempengaruhi Nabi yang mulia
Sedangkan dunia serta isinya
Allah jadikan karena Nabinya
-
Dan dengan hilim sambut kubangan
Atau serangan serta tuduhan
Bahkan berdo’a setiap saat
Agar penyerang dapat hidayat
-
Dan Nabi sangat gagah berani
Selisih musuh ia hadapi
Hatinya tabah tiada mundur
Sehingga musuh musnah dan hancur
-
Kecantikan Nabi dan akhlaknya
Pun ilmu dan keutamaannya
Sungguh sempurna dan sangat tinggi
Tak seorang dapat membatasi
-
Dikutip dari Kitab BUNGA MELATI
Karangan :
Al-Allamah Al-Arif Billah Al-Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf

Asal Sesuatu dari Cahaya Nabi SAW

Puji dan syukur Lillahi Akbar

Atas nikmatnya kecil dan besar

Sholawat akmal beserta salam

Di atas Nabi pelita alam

Dan atas keluarganya Nabi

Fathimah, Hasan, Husein dan Ali

Dan turunannya Hasan dan Husein

Hingga kiamat beserta Qur’an

Sebelum sesuatu terjadi

Allah jadikan cahyanya Nabi

Allah jadikan dari cahya-Nya

Nur Nabi Muhammad kekasih-Nya

Dan segenap para Nabi-Nabi

Dijadikan dari cahaya Nabi

Demikian pun Arsy dan Kursi

Luh, Qolam, Syurga, Bidadari

Dan langit, bumi, bulan dan bintang

Dan matahari yang sangat terang

Dan lain-lain makhluk-Nya Robbi

Asal mula dari cahaya Nabi

Jika tak karna wujudnya Nabi

Tak ada Syurga dan Bidadari

Tak ada Arsy, Luh dan Qolam

Tak ada Kursi tak ada Alam

Tak ada dunia, langit dan bumi

Tak bulan, bintang dan matahari

Tak ada malam tak ada siang

Tak ada gelap tak ada terang

Tak ada manusia dan hewan

Tak emas, perak, intan, berlian

Seluruh itu Allah siapkan

Karna Nabi akan didzohirkan

Didzohirkan Nabi karna rahmat

Bagi seluruh alam dan umat

*

Dikutip dari Kitab BUNGA MELATI
Karangan :
Al-Allamah Al-Arif Billah Al-Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf

Ni’mat Iman Islam bagi Kaum Muslimin

Para pendengar ikhwan, Muslimin dan Muslimat

Dengarlah sungguh Allah, telah memberi ni’mat

Ni’mat Allah sangat banyak, tidaklah terbilang

Untuk seluruh makhluk, walau kafir berterang

Umpama langit bumi, matahari dan bulan

Bintang laut sungai hujan, mas perak berlian

Buah lezat bunga indah, dan tumbuh-tumbuhan

Ikan daging susu hewan, dan makan-makanan

Putra putri suami, istri dan perhiasan

Negeri subur dan ma’mur, minuman sehat badan

Maka seluruh itu, ni’mat Allah berikan

Pada manusia, tak Allah beda-bedakan

Tidak dibeda-bedakan, kafir atau musyrik

Ahli iman ahli ma’siat, atau munafik

Karena seluruh itu, sungguh di sisi Allah

Tak berharga dilempar, dibuang bagai sampah

Jika dunia berharga, setimbang sayap lalat

Pada Allah pencipta, alam dunia akhirat

Niscaya orang kafir, tak diberi walaupun

Seceguk air oleh Allah Maha Pengampun

Akan tetapi Allah, beri kaum Muslimin

Ni’mat khusus, tak diberikan pada Kafirin

Yaitu Ni’mat Iman, beserta Ni’mat Islam

Ni’mat yang terbesar, karunia Allahul ’allam

Ni’mat yang tak ternilai, khodarnya pula sangat

Manfaat bagi manusia, dunia akhirat

Di dunia orang beriman, pun Allah muliakan

Sekecil ‘amal yang baik, pun Allah hargakan

Allah Penyayang, terima dan memberi pahala

Di dunia berkah selamat, jauh dari bala

Dan orang beriman, sekian banyak ’amalnya

Maka bertambah imannya, dan keberkahannya

Bila bersedekah, walaupun sangat sedikit

Atau bertasbih, atau menengok orang sakit

Maka Allah hargai, pula memberi ganjaran

Masuk Syurga, tempat hiburan dan keni’matan

Berlipat ganda pahala, ganjaran tak terkira

Hidup kekal dalam Syurga, riang dan gembira

Inilah ni’mat Allah, khusus bagi Mu’minin

Semata-mata kelebihan Robbul ’Alamin

Ni’mat teristimewa, tidak terbandinginya

Terlebih baik dari dunia serta isinya

Sungguh Allah Maha Penyayang, dan Maha Asih

Mengarunia Kaum Muslimin, ni’mat terpilih

Maka siapa pun tak dapat, Ni’mat Iman Islam

Niscaya Allah murka, dan kutuk siang malam

Amalnya yang sholeh dan baik, Allah pun tolak

Walau sebesar gunung, sebanyak busah ombak

Walau pun membangun Masjid, dari mas berlian

‘Amalnya sia-sia, bagai abu terbangan

Tempatnya Neraka Jahanam, berkobar-kobar

Sangat pedihnya, bagai orang kafir dan inkar

Senantiasa menjerit, minta ampun tolong

Tetap Malaikat menyiksa, api menggulung

Jika Allah yang mengarunia Ni’mat Iman

Tidak dibalas syukur, tapi dengan bantahan

Niscaya hilang terbang, Iman dari dadanya

Hidup sesat, seserlacur dila’nat Tuhannya

Karena itulah, Kaum Muslimin dan Muslimat

Ingat-ingati ni’mat Allah setiap saat

Sebutlah dengan penuh rasa terima kasih

Yang tak terhingga, pada Allah Maha Pengasih

Pula dengan hormat, dan ta’dzim junjung perintah

Dan hindarkan larangan, Allah jangan dibantah

Allah senantiasa berjasa dan berbudi

Baik tidak terbatas, balaslah dengan bakti

Agar supaya Iman Islam tetap di dada

Hingga wafat aman, bahagia tidak tergoda

Di dunia istiqomah, taat ibadah bakti

Wafat husnul khotimah, masuk dalam Jannati

*
Dikutip dari Kitab BUNGA MELATI
Karangan :
Al-Allamah Al-Arif Billah Al-Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf

10 Tokoh Islam Paling Berpengaruh di Dunia

BloggerMu.com — Pusat Studi Strategis Islam Kerajaan di Yordania dan Universitas Georgetown baru saja merilis sebuah buku berisi 500 Muslim paling berpengaruh di seluruh dunia dengan tujuan untuk membantu masyarakat memahami berbagai cara Islam dan Muslim mempengaruhi dunia hari ini. Ada beberapa tokoh Islam Indonesia yang masuk daftar tersebut. Diantaranya adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Din Syamsudin, Sa’id Aqil Siradj, Anis Baswedan dll. Dan yang cukup membanggakan adalah, Presiden SBY masuk dalam urutan 10 besar, yaitu di urutan ke-9.
Menempati sepuluh posisi teratas adalah para pemimpin politik dan agama. Inilah 10 Tokoh Islam Paling Berpengaruh di Dunia:

1. Raja Abdullah bin Abdul Aziz, raja Arab Saudi dan penanggung jawab dua Masjid Suci
2. Recep Tayyib Erdogan, Perdana Menteri Turki
3. Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Syi’ah Iran
4. Raja Abdullah II, raja Yordania
5. Raja Muhammad VI, raja Maroko
6. Sultan Qaboos bin Sa’id Al-Said, Sultan Oman
7. Syeikh Mohammad Sayyid Tantawi, Grand Syeikh Al-Azhar Mesir

8. Ayatollah Sayyid Ali Hussein Sistani, pemimpin hauzah ilmiah di kota Najaf, Iraq

9. Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Indonesia
10. Syeikh Ali Gomaa, grand Mufti Mesir 
 
Banyak kalangan yang tidak sependapat bahwa raja Saudi adalah tokoh muslim paling berpengaruh di dunia. Karena ia dinilai kurang peduli dengan dunia Islam dan lebih berpihak pada Amerika. Rasanya Perdana Menteri Turki Recep Tayyib Erdogan lebih pantas berada diurutan nomor satu, mengingat kiprah mereka dalam dunia Islam. Wallahu A’lam. Oleh: Sugeng Prabowo/Bloggermu.com