Selamat Datang di Blog Resmi **Majlisarrahman.blogspot.com ** Majelis Dzikir Ratibul Al-Habib Abdullah Bin Alwi Al-Haddad wa Maulidun Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam (Dzikrullah wa Dzikrurrosul SAW) Jakarta - Indonesia. Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Kami**

 photo oji_zpsb336d6d8.gif
Selamat Datang di Blog Resmi **Majlisarrahman.blogspot.com ** TUNJUKKAN KEPERDULIAN DAN BAKTI KITA PADA PEMBENAHAN ISLAM DENGAN TURUT MENYUMBANGKAN HARTA KITA SEBAGAI SAKSI, BANTUAN KITA ADALAH CERMIN KADAR IMAN KITA, RASULULLAH SAW BERSABDA : SETIAP HARI TURUN DUA MALAIKAT MULIA KE BUMI DAN BERDOA, WAHAI ALLAH BERI ORANG YANG BERINFAQ KESEJAHTERAAN, DAN BERI ORANG YANG KIKIR KEHANCURAN ( shahih Bukhari ). Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Kami**

Senin, 06 Agustus 2012

Abdul-Azeez ibn Abdullaah Aal ash-Shaikh

Abdul Aziz ibn Muhammad ibn Abdul Rahman ibn Abdul lateef Al Shaikh

'Abd al-'Aziz ibn 'Abdillah āl ash-Shaikh
Born 10 February 1940 (age 72)
Riyadh
Nationality Saudi Arabian
Occupation Grand Mufti of Saudi Arabia
Religion Sunni Islam
'Abd al-'Aziz ibn 'Abd Allah ibn Muhammad ibn 'Abd al-Lateef Aal ash-Shaikh (Arabic: عبد العزيز بن عبد الله بن محمد بن عبد اللطيف آل الشيخ‎) (born February 10, 1940) is a Muslim scholar and the current Grand Mufti of Saudi Arabia.[1]

Biography

Abdul Aziz al ash-Shaikh was born in 1940, a member of Saudi Arabia's leading religious family, the Al ash-Sheikh. He began studying the Qur'an at the Ahmad Bin Sanaan Mosque. In 1954 he transferred to the Imaam ad-Da'wah Institute where he graduated from the Faculty of Sharia in 1962.
He then began his active religious life, and worked as a teacher at the Imaam ad-Da'wah al-'Ilmee Institute until 1971. He then transferred to teaching at the Faculty of Sharia (at the Imam Muhammad ibn Saud Islamic University) in Riyadh and continued there until 1991.
Whilst at the Faculty of Sharia he supervised university theses, and took part in thesis discussions and debates.
Since 1993 he has taken part in responding to questions on the radio program "Noorun 'alad-Darb".
He also used to hold lessons in the Central Mosque of al-Imam Turki bin 'Abd-llah. He takes part in seminars and lectures alongside his work in the field of dawah in Riyadh and Ta'if.
Since his birth he suffered from weak eyesight, until he lost his sight altogether in 1960.

Proclamations

Following the Pope Benedict XVI Islam controversy, he called the pope's declaration "lies", adding that they "show that reconciliation between religions is impossible".[2]
In 2007 he announced plans to demolish the Green Dome and flatten the tombs housed under it, including that of Muhammad.[3]
In March 15, 2012 he declared that, "All churches in the Arabian Peninsula must be destroyed". Abdulaziz bin Abdullah cited an Islamic hadith quoting the Prophet Mohammed on his deathbed. [4][5]
His declaration about the destruction of churches in the Arabian Peninsula led to negative comments. Roman Catholic bishops in Germany and Austria responded sharply to his fatwa, concerned about the human rights of non Muslims working in the Persian Gulf region. Russian Orthodox Archbishop Mark of Yegoryevsk said the ruling was "alarming". Still, it seemed that most of the world overlooked the statement.[6] Turkey’s, another Muslim country's, top imam blasted the Saudi grand mufti’s call to “destroy all the churches” in the Gulf region, saying that the announcement totally contradicted to the peaceful teachings of the Muslim religion. Mehmet Görmez, head of the Religious Affairs Directorate, said he cannot accept this Islamic religious order --fatwa -- issued by Grand Mufti Sheikh Abdulaziz Al al Shaikh, adding that the mufti’s declaration run contrary to the centuries-old Islamic teachings of tolerance and the sanctity of institutions belonging to other religions.[7]

Islam Ranah Artikel Media Sejarah Galeri Panduan Mufti Saudi Sebut Syiah Sebagai Perusuh


Mufti Agung Arab Saudi menyebut warga Syiah di timur negara itu sebagai perusuh dan mengatakan bahwa mereka harus bersyukur kepada Tuhan karena memiliki pemerintah yang adil seperti pemerintah Saudi.

Koran Saudi al-Watan menulis, Sheikh Abdul Aziz Al Sheikh mengatakan bahwa tindakan penduduk di wilayah timur Saudi sangat berbahaya. Demikian  televisi al-Alam melaporkan,  Kamis (26/7).

Mufti Saudi menambahkan, penduduk kota Qatif harus bersyukur kepada Tuhan atas segala nikmat yang telah diberikan kepada mereka.

"Tindakan sebagian perusuh di al-Awamiyah di timur negara ini yang mayoritas penduduknya Syiah amat berbahaya, sebab akan mengancam persatuan rakyat dan menimbulkan fitnah," klaimnya.

Lebih lanjut, Abdul Aziz Al Sheikh mengatakan, warga wilayah Qatif di timur Saudi dan sebagian perusuh jangan sampai terjebak oleh musuh yang ingin menyulut fitnah dan kebencian di antara warga.

"Setiap orang berakal di Saudi akan menilai bahwa bantuan, kedudukan, dan kepentingan pemerintah di negara ini digunakan  untuk menciptakan persatuan, menguatkan barisan dan menegakkan keadilan serta membasmi kazaliman," tandasnya.

Di bagian lain statemennya Mufti Saudi mengklaim bahwa keadilan adalah prinsip dasar Arab Saudi dan negara ini tidak pernah menindas siapapun.

"Mengajak untuk bersikap seimbang, kerjasama, dan upaya untuk menghapus semua faktor perpecahan adalah keistimewaan pemerintah Saudi, dan Riyadh telah melaksanakan tugasnya. Warga Qatif harus bersyukur kepada Tuhan atas segala nikmat yang diberikan," pungkasnya. (IRIB Indonesia/RA)

Syaikh Hani Ar-Rifa'i

SYAIKH HANI AR-RIFA'I

           Syaikh Hani Ar-Rifai adalah seorang Imam besar di masjid Riyadh (Saudy Arabia), Syeikh Hani Ar-rifai juga sering mengimami shalat di Makkah Al-Muqaromah, baik itu dalam Salat Seahri2 dan juga Salat Tarawih di Bulan Ramadhan. Syaikh Hani Ar-rifai sangat terkenal dengan Kelembutan Suara nya yang bisa menembus Hati yang terdalam untuk Mentadabburi Al-Quran, Beliau Juga apabila membaca Ayat-Ayat tentang Hari Qiamat, beliau Langsung menangis dan Mebuat para Jamaah menangis juga.

       Syaikh Hani Ar-rifai juga terkenal dengan Do’a Qunut yang di bacakan, Beliau sangat meresapi setiap untaian doa yang di lantunkan. Smoga denan Murottal Lengkap juz 30 Syaikh Hani Ar-rifai ini bisa membantu kita untuk semakin semangat baik dalam mentadabburi isi Al-quran ataupun dalam Menghafalnya.

Silahkan Download Murottal Syeikh Hani Ar-rifai di bawah ( MP3)

  1. SuratAl-Fatiha  
  2. Surat Al-Baqara       
  3. Surat Aal-E-Imran   
  4. Surat An-Nisa           
  5. Surat Al-Maeda        
  6. Surat Al-Anaam       
  7. Surat Al-Araf           
  8. Surat Al-Anfal          
  9. Surat At-Tawba       
  10. Surat Yunus
  11. Surat Hud     
  12. Surat Yusuf  
  13. Surat Ar-Rad           
  14. Surat Ibrahim           
  15. Surat Al-Hijr            
  16. Surat An-Nahl          
  17. Surat Al-Isra
  18. Surat Al-Kahf          
  19. Surat Maryam          
  20. Surat Ta-Ha  
  21. Surat Al-Anbiya       
  22. Surat Al-Hajj            
  23. Surat Al-Mumenoon            
  24. Surat An-Noor      
  25. Surat Al-Furqan
  26. Surat Ash-Shuara
  27. Surat An-Naml
  28. Surat Al-Qasas
  29. Surat Al-Ankaboot
  30. Surat Ar-Room
  31. Surat Luqman
  32. Surat As-Sajda
  33. Surat Al-Ahzab
  34. Surat Saba
  35. Surat Fatir
  36. Surat Ya-Seen
  37. Surat As-Saaffat
  38. Surat Sad
  39. Surat Az-Zumar
  40. Surat Ghafir
  41. Surat Fussilat
  42. Surat Ash-Shura
  43. Surat Az-Zukhruf 
  44. Surat Ad-Dukhan
  45. Surat Al-Jathiya
  46. Surat Al-Ahqaf
  47. Surat Muhammad
  48. Surat Al-Fath
  49. Surat Al-Hujraat
  50. Surat Qaf
  51. Surat Adh-Dhariyat
  52. Surat At-Tur
  53. Surat An-Najm
  54. Surat Al-Qamar
  55. Surat Ar-Rahman 
  56. Surat Al-Waqia
  57. Surat Al-Hadid 
  58. Surat Al-Mujadila
  59. Surat Al-Hashr
  60. Surat Al-Mumtahina
  61. Surat As-Saff
  62. Surat Al-Jumua
  63. Surat Al-Munafiqoon
  64. Surat At-Taghabun
  65. Surat At-Talaq
  66. Surat At-Tahrim
  67. Surat Al-Mulk
  68. Surat Al-Qalam
  69. Surat Al-Haaqqa
  70. Surat Al-Maarij
  71. Surat Nooh
  72. Surat Al-Jinn
  73. Surat Al-Muzzammil
  74. Surat Al-Muddaththir
  75. Surat Al-Qiyama
  76. Surat Al-Insan
  77. Surat Al-Mursalat
  78. Surat An-Naba
  79. Surat An-Naziat
  80. Surat Abasa
  81. Surat At-Takwir
  82. Surat Al-Infitar
  83. Surat Al-Mutaffifin
  84. Surat Al-Inshiqaq
  85.   Surat Al-Burooj
  86. Surat At-Tariq
  87. Surat Al-Ala
  88. Surat Al-Ghashiyah
  89.   Surat Al-Fajr
  90. Surat Al-Balad
  91. Surat Ash-Shams
  92.    Surat Al-Lail
  93. Surat Ad-Dhuha
  94.     Surat Al-Inshirah
  95. Surat At-Tin
  96. Surat Al-Alaq 
  97. Surat Al-Qadr
  98. Surat Al-Bayyina
  99. Surat Az-Zalzala
  100. Surat Al-Adiyat
  101. Surat Al-Qaria
  102. Surat At-Takathur
  103. Surat Al-Asr
  104. Surat Al-Humazah
  105. Surat Al-Fil
  106. Surat Quraish
  107. Surat Al-Maun
  108. Surat Al-Kauther
  109. Surat Al-Kafiroon
  110. Surat An-Nasr
  111. Surat Al-Masadd
  112. Surat Al-Ikhlas
  113.   Surat Al-Falaq
  114. Surat An-Nas

KH. IHSAN MUHAMMAD DAHLAN ( ULAMA PENULIS ASAL JAMPES KEDIRI )

Yang saya tahu Kh.Ihsan Muhammad yang masyhur dengan nama Syech Ihsan jampes satu satunya Ulama yang mengarang dan menulis Kitab tentang kopi dan rokok . Kitab Asli yang berjudul “Irsyadu Al ikhwan Fi bayani al hukmu Al Qohwa wad Dukhon ” mengupas tentang kopi dan rokok dari mulai sejarah munculnya Kopi dan rokok sampai hukum mengkomsumsi keduanya.

cover1 

Ulama asal kediri yang buah karyanya diakui ulama – ulama internasional sebut saja kitab yang saat ini di bajak oleh penerbit Darul Imayah Beirut berjudul” Sirajut Thalibin” , Kitab tersebut kini banyak beredar di Indonesia namun entah salah cetak atau sengaja dicantumkan pengarang tersebut Syech Zaini dahlan padahal harusnya adalah Syech Ihsan Muhammad Dahlan dari Jempes kediri.  Saya tidak habis pikir Penerbit t Darul Imayah di Beirut merupakan perusahaan penerbitan yang telah masyhur  bisa salah cetak  dan menurut saya ada unsur kesengajaan untuk membajak buah karya ulama Kediri tersebut , karena kata pengantar /Taqridah dari KH.Hasyim Asy’ari dalam kitab asli tersebut di buang dan di ganti dengan Biografi Syech Zaini Dahlan ( ulama timur tengah ).

Kitab Sirajut Thalibin adalah syarah atau penjabaran dari kitab Minhajul Abidin karya Imam Ghazali. Sirajut Thalibin ini sempat mendapatkan pujian luas dari ulama Timur Tengah dan kini menjadi referensi utama para mahasiswa di Mesir dan negara-negara Timur Tengah yang lain , kitab ini juga dikaji di beberapa majelis taklim kaum muslimin di Afrika dan Amerika.  Siapa sebetulnya Syech Ihsan Jampes tersebut??

KH.Ihsan Dahlan Jampes adalah Putra dari seorang ulama yang sejak kecil tinggal dilingkungan Pesantren terkenal nakal, orang memanggil dengan sebutan “Bakri” lahir  sekitar tahun 1901 di desa Jampes Kediri jawa timur.  Ayahnya bernama Kh.Dahlan . Kegeramaran Syech Ihsan  remaja adalah nonton wayang sambil ditemani kopi dan rokok dan yang membuat khawatir keluarganya adalah kegemaran bermain judi. Bakri julukan Syech ihsan kecil sangat mahir bermain judi  , sudah beberapa kali ayahnya menasehatinya agar berhenti melakukan perbuatan buruk tersebut , namun kebiasaan putranya tersebut belum juga berubah masih saja gemar bermain Judi . hingga suatu hari Ayahnya Bakri Kh.Dahlan mengajaknya berziarah ke makam seorang ulama bernama Kh  Yahuda yang juga masih ada hubungan kerabat dengan ayahnya, disana ayahnya bermunajat kepada Alloh agar putranya sadar dan insyaf dan memohon kepada alloh kalau saja putranya masih saja seperti itu agar di beri umur pendek agar tidak membawa mudharat bagi umat. Selepas ziarah tersebut suatu malam Syech Ihsan bermimpi di datangi oleh seorang berwujud kakek sedang membawa sebuah batu yang sangat besar yang siap di lemparkan ke kepala Syech Ihsan  sambil berkata ” Hai cucu ku kalau engkau tidak menghentikan kebiasaan burukmu yang suka berjudi, aku akan lemparkan Batu besar ini ke pala mu” kata Kakek tersebut. ” Apa hubungannya kakek dengan ku..? mau berhenti atau terus bukan urusan kakek ” Timpal Syech Ihsan. Tiba tiba Sang kakek tersebut melempar batu besar tersebut ke kepala Syech Ihsan….hingga pecah kepalanya…Saat itu Syech Ihsan terbangun dari tidurnnya sambil mulutnya mengucapkan istighfar”‘ Astaghfirlulloh…..apa yang sedang terjadi kepadaku….Ya Alloh….ampuni dosaku….. Sejak saat itu Syech Ihsan menghentikan kebiasaannya bermain judi dan mulai gemar menimba ilmu dari satu pesantren ke pesantren lainnya di pulau Jawa . Mengambil berkah dan restu dari para ulama ulama di jawa seperti Kh.Saleh darat, Kh.Hasyim Asyari  dan Kh Muhammad Kholil Madura.

Setelah sekian lama merlakukan pengembaraan dalam menuntut ilmu sekitah tahun 1932  Syech Ihsan mulai menetap dan mengajar . Hari hari beliau gunakan untuk mengajar dan menulis Kitab sambil di temani Kopi dan rokok yang menjadi ciri khasnya, begitu banyak karya karya beliau yang di akui oleh para ulama ulama nusantara dan internasional, KItab Siraj al-Thalibin,  yang ditulis  sekitar 1932-33  sebagai syarah atas karya Al-Ghazali, yang  sangat dalam membahas persoalan-persoalan tasawuf dan kitab tersebut dibuat kata pengantar langsung dari  Kh.Hasyim Asyari tebuireng Jombang .  Model thasawuf yang di bahas dalam kitab tersebut menawarkan Konsep Thawasuf masa kini Misalnya ajaran tentang konsep uzlah yang secara umum diartikan sebagai pengasingan diri dalam kesunyian duniawi, oleh Syekh Ihsan dalam kitab tersebut  dimaknai sebagai pengasingan diri dalam kehidupan bersama masyarakat yang majemuk. Uzlah bukan lagi menyepi, tapi bagaimana hidup dalam masyarakat majemuk. Inilah yang disebut sebagai tasawuf hadzaz zaman (tasawuf zaman ini) . KOnsef zuhud diartikan sebagai tapa dunia atau menghindari harta benda. Syekh Ihsan mengajarkan bahwa orang yang zuhud sebenarnya adalah mereka yang dikejar harta, namun tak merasa memiliki harta itu sama sekali.
 
”Jadi zuhud adalah tapa dunia tapi malah kaya. Nah kalau sudah kaya lantas mencari jalan yang terbaik dalam menafkahkan hartanya itu. Inilah ajaran Sirajut Thalibin.  Bahkan Syech  Ihsan sendiri adalah Ulama  yang kaya raya,”

Satu lagi pelajaran dari Sirajut Thalibin adalah soal syukur, atau berterimakasih atas semua karunia dari Allah SWT. Kata Syekh Ihsan dalam juz dua kitab Sirajut Thalibin, doa yang paling tinggi adalah kalimat Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah. Tebalnya Kitab tersebut  nyaris seribu halaman, dibagi dalam dua juz.
news01668

Sebelumnya, pada 1930  Syech Ihsan sudah menulis sebuah kitab di bidang Ilmu Falak   berjudul Tashrih al-Ibarat yang  merupakan syarah atas Natijat al-Miqat karya KH Ahmad Dahlan Semarang. Karya lainnya yang unik adalah Kitab “Irsyadu Al ikhwan Fi bayani al hukmu Al Qohwa wad Dukhon ” terinspirasi karena kegeramarannya Syech Ihsan yang suka Kopi dengan Rokok. Walaupun Syech Ihsan tidak pernah belajar di Mekkah namun kemampuan bahasa Arab dan keterampilannya dalam menulis kitab berbahasa Arab sangat luar biasa dan ada sebuah karya Syech Ihsan yang menjadi manuskrip yang tersimpan di Perpustakaan Kairoh selama bertahun tahun berjudul ” Manahijul Imdad” merupakan syarah (komentar) dari kitab Irsyadul Ibad (petunjuk bagi para hamba) karya Syekh Zainuddin Malibari ( lombok ) . Kitab setebal 118 halaman itu diulas kembali oleh Syech  Ihsan dalam kitab setebal 1050 halaman yang terdiri dari dua juz. Kitab ini berada dalam jalur kajian fikih namun berbeda dengan kitab fikih formal lainnya sebab lebih condong ke ajaran tasawuf dan pada bab-bab tertentu banyak menunjukkan fadhilah-fadhilah (keutamaan) melakukan ibadah. Manuskrip kitab yang tersimpan di perpustakaan Kairo akhirnya di minta oleh pihak keluarga dan diterbitkan oleh salah seorang murid beliau yang tinggal di semarang.

Pada tanggal  15 September 1952 Syech Ihsan Dahlan dipanggil oleh Alloh swt  dengan meninggalkan karya karya tulis dan kitab yang saat ini menjadi rujukan para ulama ulama baik nusantara maupun internasional.

HABIB JA’FAR BIN SYAIKHON ASSEGAF ( ULAMA PASURUAN AHLI ALQURAN)

Waktu ta’lim di Jawa Timur saya diajak salah seorang guru saya menghadiri Haul Al alamah KH. Hamid di Pasuruan , Kh. Hamid merupakan murid dari seorang ulama min awliyaillah yang bernama Habib Ja’far bin Syaikhon Assegaf dari Pasuruan Jawa Timur. Habib ja’far bin syaikhon assegaf terkenal sebagai ulama yang memilki karomah dan memilki penghetahuan yang sangat luas tentang Alquran. Jika beliau sedang membaca alquran maka semua yang mendengarkan akan terkesima dengan bacaannya dan seakan akan hurup hurup yang keluar dari bacaan habib Ja’far berbentuk. Lantunan suaranya yang merdu ketika membacakan alquran membuat yang mendengarkannya tersentuh hatinya. Ini yang dirasakan oleh beberapa Ulama ulama yang pernah sholat berjamaah dengannya. Maka tak heran bila salah seorang  Gurunya Habib Muhammad bin Ahmad  muhdor dari Bondowoso  memberi gelar dengan “Alquran berjalan” .

habib ja'far bin syaikhon

Nama lengkap beliau Habib Ja’far bin Syaikhan bin Ali bin Hasyim bin Syeikh bin Muhammad bin Hasyim Assegaf. Lahir di kota Ghurfah, Hadramaut pada tahun 1298 H. Sejak kecil hinga remaja beliau berguru kepada para ulama ulama masyhur di Hadro maut . Sebagaimana kebanyakan dari para ulama ulama salafus soleh di hadromaut pada waktu itu yang hijrah dan berdakwah keberbagai pelosok , Habib ja’far pun mengikuti pendahulunya untuk hijrah dan berdakwah keluar dari Hadro maut Yaman.  Dan beliau menetap pertama kali di kota Surabaya hingga akhirnya beliau menetap di Pasuruan serta  mendirikan Majlis ta’lim dan Dzikir yang hingga sekarang masih di teruskan oleh salah seorang cucu beliau bernama Habib Taufiq bin Abdul qodir Assegaf.

Habib Ja’far bin Syaikhon Assegaf  terkenal memiliki Karomah yang tampak dan saya pernah dengar dari guru saya bahwa Tasbih besar beliau yang selalu dililitkan di pundaknya berputar dengan sendirinya seperti ada yang menggerakkan. Bahkan pernah suatu ketika ada seorang Tamu yang  tidak percaya dengan Hakekat Wali dan dia datang berkunjung ke rumah Habib Ja’far Assegaf  dan minta di sediakan buah Korma dan tamu tersebut berpikir mana mungkin di Pasuruan ada Korma,  Ketika itu juga Habib Ja’far membuka jendela menjulurkan tangannya keluar jendela dan ternyata di tangan nya sudah ada beberapa buah korma yang masih segar seperti baru di petik dari pohonnya. Bukan main kagetnya Tamu tersebut menyaksikan kejadian luar biasa tersebut.  Beliau juga sangat memuliakan setiap tamu yang datang berkunjung kerumahnya dan beliau sendiri yang menuangkan minuman kedalam gelas para tamu , hal ini dilakukan karena  memuliakan tamu adalah sebagian dari pada keimanan

Habib Ja’far bin Syaikhon as-Seggaf merupakan  seorang ulama besar dan waliyullah di kota Pasuruan yang bertarekat Alawiyah,  seperti diketahui, tarekat ini dinamakan alawy –selain disandarkan pada pendirinya, Imam Alawi al-Muhajir,- adalah tarekat yang dikaitkan dengan kaum Alawiyyin atau lebih dikenal sebagai sadat yang berasal dari keturunan Nabi Muhammad SAW.  Karena itu, pengikut Tarekat Alawiyyah kebanyakan adalah dari para Sayyid.

Sepanjang hidupnya Habib Jafar bin syaikhon assegaf di habiskan untuk berdakwah dan beribadah maka tak heran beliau sangat di cintai masyarakat kkhususnya Pasuruan yang mendapat berkah tersendiri oleh kehadiran Habib Ja’far assegaf , Hari senin Tanggal 07 Februari 1955 atau 14 Jumadil akhir 1374 Habib Ja’far bin syikhon Assegaf  kembali ke Rahmatulloh dalam usia yang ke 76 tahun dan di makamkan di masjid jami’ Al anwar Pasuruan dan setiap tahun di bulan Jumadil akhir diadakan haul beliau yang dihadri oleh ribuan Muhibbin dari pelosok daerah.

MENGGAPAI LAILATUL QADAR

Menggapai Lailatul Qadar

Siapapun dari kita , apapun profesi dan pangkat kita baik Miskin maupun kaya sebagai umatnya Nabi Muhammad saw punya kesempatan  yang sama untuk menggapai Lailatul Qadar, Jika alloh telah memilih kita untuk berjumpa dengan Lailatul qadar maka sungguh suatu peristiwa yang sangat luar biasa dan keberuntungan bagi kita. Kenapa Alloh swt merahasiakan Lailatul qadar ?? hal ini semata mata agar kita memiliki semangat ibadah dan memperbanyak membaca Alquran, Sholat Tahajut, Dzikir serta ibadah ibadah lainnya. Dengan memperbanyak ibadah kepada Alloh akan semakin dekatlah kita dengan Alloh dan akan menambah kecintaan kita dengan Alloh, bagaimana kita akan dipilh Alloh untuk menjumpai Lailatul qadar kalau tidak ada kesungguhan dalam diri kita untuk memperbanyak Ibadah dan terlalu di sibukkan oleh segala urusan dunia.
Lailatul Qadar yang artinya “Malam ketetapan” juga memiliki arti “Malam Mulia dan agung “di namakan demikian karena malam itu merupakan malam yang mulia dan agung yang pada malam tersebut Allah menetapkan berbagai perkara penuh hikmah yang terjadi sepanjang tahun seperti Azal  kita, rizqi kita dan lain sebagainya.

Keutamaan-  keutamaan   Laitul Qadar berdasarkan surat al-Qadar  adalah sebagai berikut:

1 .Bahwasanya Alquran diturunkan Allah  pada malam tersebut , agar  manusia dapat mengambil petunjuk untuk menggapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

2. Dalam ayat yang kedua Surat Al qadar Alloh memberikan sebuah pertanyaan yang  artinya “Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?” hal ini Menunjukkan  kebesaran dan keagungan malam tersebut.

2. Pada  malam itu lebih baik daripada seribu bulan dalam hal kemuliaan dan keutamaannya dalam beribadah kepada Alloh swt

3. Pada malam itu para malaikat turun,  dengan membawa kebaikan, keberkahan dan rahmat bagi penduduk bumi

4. Pada Malam itu penuh dengan keselamatan karena banyak orang yang diselamatkan oleh Allah dari siksa dan adzab disebabkan mereka melakukan berbagai macam ketaatan kepada Allah di malam itu hingga pagi/fajar.

Tentang waktu Lailatul qadar para ulama sepakat bahwa  Lailatul Qadr tidak terjadi pada malam tertentu secara khusus dalam setiap tahunnya, namun berubah-ubah dan  berpindah-pindah. Mungkin pada suatu tahun terjadi pada malam dua puluh tujuh dan pada tahun yang lain terjadi pada malam dua puluh lima, dan demikian seterusnya sesuai dengan kehendak Allah swt  dan hikmah-Nya.  hal Ini ditunjukkan dalam sebuah Hadist  Nabi saw yang diriwayatkan oleh Imam Buchori yang berbunyi, “Carilah Lailatul Qadar  pada sembilan terakhir, atau tujuh terakhir, atau lima terakhir.” (HR. al-Bukhari). Dan kebanyakan dari umat Nabi Muhammad saw intensitas ibadah menjelang akhir Ramdhan makin menurun dan makin di sibukkan dengan keperluan persiapan menjelang lebaran/Idul Fitri , Ibadah sudah tidak fokos dan khusu’ yang ada dalam benaknya bagaimana nanti Mudik, membeli baju baru untuk keluarga, mempersiapkan makan dan lain lain . Karena kesuksesan ibadah Ramadhan kita adalah nanti ketika kita memasuki bulan syawal, jika Ramadhan kita gemar membaca Alquran maka memasuki bulan syawal kita akan semakin rajin membaca Alquran , Jika di bulan Ramadhan kita gemar bersodaqoh maka di bulan syawalpun kita akan semakin rajin bersadaqoh dan Alloh akan memberikan Predikat kepada kita “Laallakum Tattakun ” sebagai hamba Alloh yang bertaqwa itulah tujuan dari pada ibadah kita di bulan Ramadhan mencetak kita sebagai Hamba hamba Alloh yang bertaqwa.

Bagaimana Kiat kiat kita untuk menggapai Lailatul Qadar?  .

1. Menjaga Puasa kita dari hal hal yang dapat merusak ibadah puasa seperti menjaga lisan kita dari dusta, ghibah , namimah dan hasud, dan menjaga seluruh anggota tubuh kita dari hal hal yang di haramkan Alloh.

2. Memperbanyak membaca alquran sebagai sarana komunikasi kita dengan Alloh

3. Menghidupkan sholat malam baik Sholat Taraweh maupun Tahajut sebagai sarana kita mendekatkan diri kepada Alloh swt

4. Perbanyak Dzkir dan berdoa kepada Alloh dengan sungguh sungguh

5. Melakukan I’tikaf sekuat tenaga ini yang dilakukan Rasululloh saw menjelang 10 malam terakhir di bulan Ramadhan.

Dan mudah mudahan kita semua dapat menggapai Lailatul qadar dan menjadi hamba hamba Alloh yang dipilh alloh untuk dapat berjumpa dengan Lailatul qadar.

doa-lailatu-qadr1

HABIB AHMAD BIN ABDULLOH AL ATHOS (PENDIRI MAJLIS DZIKIR ASMAUL HUSNAH )

Sudah lama juga saya tidak menghadiri majlis dzikir asmaul husna di Benhil, hampir 4 tahun absen mengikuti rangkaian dzikir dzikir Asmaul husna tersebut . Rindu dengan  suasana yang mengagungkan asma Alloh, Rindu dengan Jamaah yang datang dari berbagai pelosok daerah , dan rindu dengan perjumpaan dengan para ulama  dan ahli bait yang rutin menghadiri kegiatan tersebut. Biasanya kawan kawan mengajak saya tanggal   25 setiap bulan di Bendungan Hilir pejompongan tanah abang.

habib ahmad bin abdullah al athos

Majlis dzikir Asmaul husna yang telah dirintis oleh Habib Ahmad bin Abdulloh al athos telah berkembang dan mempunyai cabang hingga 1700 yang tersebar diplosok Nusantara. Putra seorang ulama min awliyaillah bernama Habib Abdulloh bin Hasan Al Athos , lahir di Ambon  tanggal 16 desember 1916. Sejak kecil habib Ahmad bin Abdulloh al athos mendapat didikan langsung dari ayahandanya yang seorang ulama besar dan Wali qutub di Hadro maut. Habib Ahmad tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, beliau tekun menimba ilmu dari ayahandanya maka tak heran menginjak usia remaja Habib Ahmad telah hapal Alquran, Kitab Matan zubad dan kitab ihya ulumuddin karya imam al ghazali.

Darah ulama  yang mengalir dalam dirinya menjadikan Habib Ahmad sosok remaja yang tekun menimba ilmu dan berdakwah  keberbagai daerah bahkan sampai ke mancanegara. Itu semua beliau lakukan untuk menteladani para ulama ulama salafus soleh yang kerap kali berkelana baik untuk menimba ilmu maupun berdakwah. Setelah beberapa tahun melakukan pengembaraan kebeberapa negara. Habib Ahmad kembali ke Ambon untuk menemui orang tuanya, dan ternyata ayahnya telah Hijrah ke Jakarta. Tahun 1955 Ayahnya meninggal dunia dan hal ini membuat Habib Ahmad sedih karena Ayahnya yang menjadi tempat beliau bertanya dan curhat telah di panggil sang Kholik.

Habib Ahmad mulai gencar melakukan Dakwah mengajak umat untuk mengingat Alloh dan mengagungkan Asma Alloh, perjuangannnya pun tak sia sia berkat kesantunan dan kesabarannya dakwahnya mulai menunaikan hasil. Banyak sekali para jamaah yang tertarik dengan metode dakwanya dengan Dzikir asmaul husnah . Lambat laun syiar dakwah islam yang di bawa oleh Habib Ahmad mulai berkembang luas di masyarakat. Dan banyak para jamaah yang meminta izin dan restu dari Habib Ahmad untuk membuka cabang di tempat tinggalnya dan tentu saja Habib Ahmad memberi restu kepada para Jamaah yang membuka Majlis Asmaul husnah di tempatnya masing masing. Walaupunmurid muridnya telah membuka cabang Majlis asmaul  husnah di daerahnya masing masing namun Habib Ahmad tetap memantapkan Majlis dzikirnya di kediamannya di daerah Bendungan Hilir ( benhil Tanah abang ). Majlis asmaul husna yang diselenggarakan setiap tanggal 25 setiap bulan yang dimulai ba’da magrib akan terlihat suasana yang syhadu ketika lantunan Asma Alloh mulai di baca oleh para Jamaah semua duduk sejajar tidak ada yang membedakan baik itu orang pintar maupun orang bodoh , baik para ulama maupun orang awam semua tak bergeming dari tempat duduknya seraya mengagungkan Asma asma Alloh , mengingat dosa dosa yang telah kita perbuat terkadang tak terasa air mata akan mengalir mengingat kebesaran Alloh dan air mata itu lah yang menjadi pertanda Rahmat Alloh telah di berikan kepadanya.

Maka pesan serta amanat terakhir yang di sampaikan Habib Ahmad bin Abdulloh al athos adalah untuk tetap menjaga dan melestarikan majlis Asmaul husna ini sampai kapanpun. Karena dengan Dzikir dan mengingat Alloh dapat meredam murka Alloh dan dan mengungdang  rahmat .
Habib Ahmad juga rutin menghatamkan Alquran setiap hari disamping beliau seorang Hafidz beliau selalu memberikan Alquran setiap kali menghatamkannya, maka tak heran beliau membeli Alquran begitu banyak setiap bulan.

Tahun 1994 Habib Ahmad dipanggil Alloh swt dan di makamkan di komplek pemakaman Al hawi condet dengan meninggal mutiara yang sangat berharga Majlis dzkir Asmaul Husnah yang dapat mengundang Rahmat Alloh.

Ya alloh berikan hidayah mu agar hamba – hamba MU  dapat menghadirinya dan menteladani yang mendirikannya.

KH.MAHRUS ALY ( Ulama Ahli hadist dan Pejuang )

 
Pondok Pesantren lirboyo Kediri Jawa Timur

Seorang teman mengajak saya mengunjungi Pondok Pesantren Lirboyo di kediri jawa Timur dan kebetulan disana menggelar acara satu Abab Pesantren Lirboy0. Namun sayang banyak  sekali kerjaan yang tidak bisa saya tinggalkan. Hati saya ingin sekali menghadiri acara tersebut dan dapat memandang para Ulama-ulama yang datang ke acara tersebut. Saya membayangkan suasana di pesantren Lirboyo yang genap memasuki 100 tahun dan telah mencetak Ratusan Ulama-ulama ternama dan tersebar di pelosok Nusantara , termasuk salah seorang guru saya Almarhum Kh.Ishomuddin ( Gus Ishom ).

 
Kh.Mahrus Aly

Salah seorang Tokoh Ulama penerus Pondok Pesantren Lirboyo adalah Kh.Mahrus Aly, putra dari seorang Ulama bernama Kh Aly. Lahir di Cirebon tahun 1906 , ibunya bernama Nyai Chasinah . Sejak kecil Kh Mahrus Aly hidup dalam lingkungan pesantren dan Beliau gemar menuntut ilmu terutama Ilmu Hadist dan Ilmu Nahwu shorof. Usia remaja Kh Mahrus telah hapal 1000 Bait Nadzhom Kitab Alfiyah Ibnu malik dan pernah juga melakukan debat Nahwu shorof dengan seorang Habib dari Yaman Hadro maut. Suatu ketika Kakaknya yang bernama Kh.ahmad Afifi mengadakan lomba hapalan dan pemahaman kitab Alfiyah , namun Kh Mahrus kalah dan merasa malu dengan keluarganya, hingga akhirnya Kh mahrus pergi meninggalkan rumah tanpa minta Izin kepada keluarganya, dan tentu saja membuat sedih sang ibundanya Nyai Chasinah. Maka sepanjang hari ibunya bermunajat kepada Allah agar anaknya Kh.mahrus Aly yang meninggalkan rumah dan keluarganya di jadikan ulama yang alim .

Kh.Mahrus Aly menimba ilmu Pada Kh.Cholil pengasuh pondok pesantren kasingan , begitu memasuki gerbang pondok , Kh.Mahrus Aly di sambut oleh para santri yang telah berbaris , bercampur heran Kh.Mahrus tetap melangkah memasuki pondok , belakangan diketahui bahwa telah tersyiar kabar bahwa dipondok Kasingan akan kedatangan seorang Ahli hadis bernama Mahrus Aly. Sambutan yang luar biasa dari para santri tidak membuat dirinya besar kepala , beliau disamping menimba ilmu kepada Kyai juga mengajar para Santri  maka tak heran bila Kh.Mahrus diangkat menjadi “Lurah Pondok” . Hampir lima tahun menimba ilmu di Pondok Kasingan  kemudian Kh.Mahrus Aly minta Izin kepada gurunya untuk pulang kerumahnya . Ketika sampai dirumahnya di Gedongan Kh.Mahrus Aly lagi lagi mendapat sambutan dari para santri dan keluarganya dengan penuh penghormatan . Mereka para santri kagum akan kecerdasan Kh Mahrus Aly dalam memahami Kitab Alfiyah . Rupanya Allah memberikan Futuh (Pembuka hati & Ilmu ) berkat doa Munajat dan riyadhoh sang Ibu kepada dirinya.

Tak puas dengan bekal ilmu yang dimiliki, Kh Mahrus aly  meminta izin kepada ibunya untuk menimba Imu di Pesantren Lirboyo, Tahun 1936 Kh Mahrus Aly belajar di Lirboyo di bawah asuhan Kh.Abdul karim . Melihat kecerdasan yang dimiliki Kh Mahrus Aly membuat gurunya terkagum kagum dan jatuh hati pada Kh.Mahrus Aly, maka sang Guru meminta kepada Kh Mahrus Aly untuk mau menjadi mantunya. Maka tahun 1938 Kh.Mahrus Aly menikah dengan putri gurunya bernama zainab. Kh Mahrus aly sangat mencintai ilmu maka tak heran Beliau selalu berpindah pindah dari pesantren yang satu kepesantren yang lain , hal ini beliau lakukan sekedar bertabarruk kepada para ulama seperti ke Pondok pesantren tebuireng (Kh.Hasyim asyari), Pondok-Pesantren Watu congol muntilan Magelang(Kh Dalhar) pondok pesantren Langitan tuban dll.

Kh.Mahrus Aly juga dikenal sebagai Ulama pejuang , beliau pernah memimpin para santri Lirboyo untuk Berjihad melawan tentara sekutu di Surabaya. H. Mahfudzseorang Komandan Peta (pembela tanah air ) yang mula-mula menyampaikan berita gembira tentang kemerdekaan Indonesia  itu kepada KH. Mahrus Ali, lalu diumumkan kepada seluruh santri lirboyo  dalam pertemuan diserambi masjid. Dalam pertemuan itu pula, para santri lirboyo  diajak melucuti senjata Kompitai Dai Nippon yang bermarkas di Kediri (markas itu kini dikenal dengan dengan Markas Brigif 16 Brawijaya Kodam Brawijaya) .

Tepat pada jam 22.00 berangkatlah para santri Lirboyo sebanyak 440 menuju ke tempat sasaran dibawah komando KH. Mahrus Aly dan  Mayor H Mahfudz. Sebelum penyerbuan dimulai, seorang santri yang bernama Syafi’I Sulaiman yang pada waktu itu berusia 15 tahun  menyusup ke dalam markas Dai Nippon yang dijaga ketat. Maksud tindakan itu adalah untuk mempelajari dan menaksir kekuatan lawan. Setelah penyelidikan dirasa sudah cukup, Syafi’i segera melapor kepada KH. Mahrus Ali dan Mayor H Mahfudz. Saat-saat menegangkan itu berjalan hingga pukul 01.00 dini hari dan berakhir ketika Mayor Mahfudz menerima kunci gudang senjata dari komandan Jepang yang sebelumnya telah diadakan diplomasi panjang  lebar. Dalam penyerbuan itu , gema Takbir “Allohuakbar ” berkumandang menambah semangat juang para Santri , aroma Surga dan Mati syahid telah mereka rindukan,  pada  akhirnya penyerbuan itu sukses dengan gemilang.

Selang beberapa lama, Mayor H.Mahfud melapor kemabli kepada Kh .Mahrus Aly di Lirboyo bahwa Tentara sekutu yang memboncengi Belanda telah merampas kemerdekaan dan Surabaya banjir darah pejuangan . Maka Kh.Mahrus  Aly mengatakan bahwa kemerdekaan harus kita pertahankan sampai titik darah penghabisan. Kemudian KH. Mahrus Aly mengintruksikan kepada santri lirboyo untuk berjihad kemabli mengusir tentara Sekutu di Surabaya. Maka dipilihlah santri-santri yang tangguh untuk dikirim ke Surabaya untuk bergabung dengan Muhahid lainya. Dengan gagah Kh Mahrus Aly berangkat bersama dengan para santri santri Lirboyo untuk berjuang merampas kembali kemerdekaan Indonesia.


Hari senin KH. Mahrus Aly berpulang kerahmatullah, Tanggal 06 Ramadlan 1405 H atau  26 Mei 1985, tepat delapan hari setelah beliau dirawat di rumah sakit di  surabaya. Linangan air mata dari para santri Lirboyo melepas kepergian sang Kyia.

KH.TB.MUHAMMAD FALAK ( ULAMA KARISMATIK DAN PEJUANG )


Beberapa waktu yang lalu saya melakukan Ziarah ke Maqom Sayyidul walid di empang bogor, pernah terngiang dalam ingatan saya sebuah Pondok Pesantren yang terkenal dibogor yang didirikan oleh seorang Ulama min Awliyaillah bernama  KH.Tubagus Muhammad Falak . Ingin sekali rasanya saya berkunjung dan berziarah kesana  . KH.Tubagus Muhammad Falak   adalah Pendiri pon-pes Al Falak Bogor yang masih memiliki ikatan darah dengan Syech Maulana Hasanudin Banten. Terlahir dan dibesarkan dari keluarga seorang ulama karismatik bernama KH.tubagus Abbas. Lahir di desa Sabi Pandegelang Banten tahun 1842. nama “Falak” dibelakang namanya adalah merupakan gelar yang diberikan oleh gurunya Sayyid Affandi Turki seorang Ulama besar di Mekkah karena kecerdasan dan kemampuan kh TB Muhammad Falak dalam menguasai Ilmu Falak.

 Suasana keagamaan serta bimbingan agama Islam yang diberikan oleh orangtuanya semasa kecil sangat mempengaruhi pembentukan karakter dan semangat KH. TB.Muhammad Falak untuk menuntut ilmu pengetahuan agama Islam serta mengamalkan ilmu tersebut demi kepentingan umat. Sejak kecil Kh.TB.Muhammad Falak tergolong cerdas hal ini di buktikan dengan penguasaan beberapa disiplin ilmu yang telah beliau selesaikan dalam waktu relatip singkat .Pada usia 15 tahun Ayahnya mengirim beliau ke Mekkah untuk memperdalam disiplin ilmu yang lain. Di Mekkah beliau belajar kepada seorang ulama terkemuka yang berasal dari Indonesia yaitu Syech NawawiAlbantani .Dalam bidang ilmu Hadist beliau belajar kepada Sayyid Amin Qutbi dan dalam ilmu tasawwuf beliau belajar kepada Sayyid Abdullah Jawawi. Sedangkan dalam ilmu falak beliau belajar kepada seorang ahli ilmu falak bernama Sayyid Affandi Turki ,Dalam ilmu  fiqh, beliau belajar kepada Sayyid Ahmad Habasy, dan Sayyid Umar Baarum. Di samping nama-nama di atas, selama di Mekkah beliau juga menuntut ilmu di bawah bimbingan ulama-ulama besar lainnya antara lain: Syekh Ali Jabrah Mina, Syekh Abdul Fatah Al-Yamany. Syekh Abdul Rauf Al-Yamany. dan Sayyid Yahya Al-Yamany.

Hampir 21 tahun Kh.Tb.Muhammad falak Menuntut ilmu di Mekkah , beliau kembali ketanah air dalam masa pergolakan penjajahan belanda .Aktivitas da’wah  dan tablignya untuk menyebarkan dan menyiarkan dimulai dari daerah Pandeglang, Banten hingga sampai ke Pagentongan Bogor .Rasa nasionalisme yang tinggi beliau ikut bergabung dengan Laskar ” Hisbullah” berjuang bersama sama para ulama menumpas penjajah . Peran beliau secara langsung telah mengobarkan  semangat juang dan anti penjajah rakyat khususnya untuk memperjuangkan Republik Indonesia sebagai negeri berdaulat. Karena aktifitas perlawanan tersebut, pasukan belanda yang berada di bogor melakukan penyerangan ke Pagentongan yang mengakibatkan wafatnya  tujuh orang warga Pagentongan. Setelah melakukan aksi penyerangan tersebut pasukan belanda kemudian menangkap KH. Tubagus Muhammad Falak dan sebagian besar warga Pagentongan yang kemudian dipenjarakan di daerah Gilendek. Namun atas kehendak Allah SWT dan atas wasilah pengaruh KH. Tubagus Muhammad Falak yang sangat besar di masyarakat dan dikhawatirkan dapat membangkitkan semangat perlawanan yang lebih besar lagi maka KH. Tubagus Muhammad Falak kemudian dibebaskan bersama warga lainnya.


Kedalaman ilmu dan ketawadhuan beliau telah menjadi sosok Ulama karismatik yang sangat di cintai umatnya dan murid muridnya. Maka tak mengherankan apabila beliau banyak melahirkan ulama – ulama terkemuka di nusantara. selain mengutamakan ilmu-ilmu agama, beliau  juga banyak menguasai ilmu bela diri baik secara fisik maupun batin. Bahkan pendidikan bela diri sengaja diajarkan kepada para santrinya mengingat rawanya perampokan yang terjadi di daerah tersebut,dan pada masa itu adalah masa penjajahan,dan KH Tubagus Muhamad Falak mewajibkan santrinya untuk berjuang melawan penjajah. Kemahiranya atas ilmu bela diri telah melambungkan namanya sebagai salah seorang “ pendekar” yang disegani kawan ataupun lawan di daerah Jawa Barat. Disamping seorang ulama dan pendekar , Kh TB.Muhammad Falak seorang  Waliyulloh sebagaimana yang telah dikatakan oleh Alhabib Umur bin Hud Cipayung.

Pernah diceritakan pada waktu pengajian berlangsung , KH.TB Muhammad falak mengatakan kepada para santri “bahwa lampu akan mati pada menit sekian dan detik sekian” tanpa banyaak tanya lagi para santri bergegas mencatat . Dan benaar saja seekor kucing menyambar lampu hingga padam persis seperti apa yang dikatakan Kh.TB Muhammad falak.

KH. Tubagus Muhammad Falak wafat pada waktu subuh pukul 04.15 hari Rabu tanggal 19 Juli 1972 atau tanggal 8 Djumadil Akhir 1392 H di usianya yang ke 130 tahun di Pagentongan, Bogor.